
Ada organisasi yang gagal mencapai target karena tidak bekerja keras.
Namun ada juga organisasi yang tidak pernah benar-benar menguji kemampuannya karena sejak awal menetapkan target yang terlalu aman.
Target memang seharusnya realistis.
Tetapi jika terlalu kecil, target justru bisa menjadi batas yang diciptakan oleh organisasi sendiri.
Ketika sebuah tim terbiasa menetapkan target berdasarkan apa yang terasa mudah dicapai, mereka akan bekerja sesuai kapasitas yang sudah mereka kenal.
Tidak ada dorongan untuk mencari cara baru. Tidak ada kebutuhan untuk memperbaiki sistem secara signifikan.
Dan tidak ada alasan kuat untuk keluar dari zona nyaman.
Di sinilah peran seorang leader menjadi sangat penting. Leader bukan hanya bertugas memastikan target tercapai, tetapi juga menantang tim untuk melihat kemungkinan yang sebelumnya belum mereka bayangkan.
Target Seharusnya Membuat Tim Berpikir
Target yang baik bukan sekadar angka yang ditulis dalam dokumen perencanaan.
Target harus mampu menciptakan pertanyaan.
"Bagaimana cara kita mencapainya?"
"Apa yang harus kita ubah?"
"Strategi apa yang selama ini belum kita lakukan?"
"Kemampuan apa yang perlu kita tingkatkan?"
Ketika target terlalu mudah, pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak pernah muncul. Tim cukup mengulang cara lama karena cara lama masih dianggap cukup.
Sebaliknya, target yang lebih menantang memaksa organisasi mengevaluasi cara kerja, memperbaiki eksekusi, dan mencari pendekatan baru.
Ketika Target Terlalu Kecil, Eksekusi Ikut Mengecil
Besarnya target memiliki pengaruh terhadap kualitas eksekusi.
Jika target sudah ditentukan terlalu rendah, tim cenderung merasa tidak perlu melakukan perubahan besar. Mereka hanya melakukan apa yang selama ini sudah dilakukan.
Namun ketika target dinaikkan secara signifikan, organisasi mulai dipaksa untuk berpikir.
Aktivitas mana yang benar-benar berdampak?
Apa yang harus dihentikan?
Apa yang harus diperbaiki?
Siapa yang harus mengambil peran lebih besar?
Sistem seperti apa yang perlu dibangun?
Dengan kata lain, target yang menantang dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas execution.
Bukan Sekadar Berani Bermimpi
Namun menetapkan target besar bukan berarti asal menaikkan angka.Target yang menantang harus diikuti dengan perencanaan dan eksekusi yang jelas.
Leader perlu membantu tim menerjemahkan target menjadi aktivitas konkret yang harus dilakukan.
Di sinilah konsep High Impact Activities (HIACE) menjadi penting.Ketika target semakin besar, organisasi harus semakin selektif menentukan aktivitas mana yang benar-benar memberikan dampak terbesar.
Bukan berarti semua orang harus bekerja lebih lama.
Bukan berarti semua aktivitas harus ditambah.Tetapi organisasi harus menemukan aktivitas yang paling menentukan hasil dan memastikan aktivitas tersebut dijalankan secara konsisten.
Coaching yang Baik Tidak Selalu Membuat Kita Nyaman
Salah satu fungsi coaching yang paling penting adalah membantu seseorang melihat sesuatu yang sebelumnya tidak mampu ia lihat sendiri.
Kadang-kadang kita terlalu dekat dengan pekerjaan sehingga sulit mempertanyakan target yang sudah dibuat. Kita merasa target tersebut sudah cukup besar karena memang itulah yang menurut kita mampu dicapai.
Namun perspektif dari luar dapat membuka kemungkinan baru.
Hal tersebut dirasakan oleh salah satu peserta yang mengikuti proses bersama Coach Fahmi.
Ia menceritakan bahwa pengalaman tersebut memberikan banyak insight, baik secara pribadi maupun bagi tim.Ia mengatakan:
“Waktu Coach Fahmi datang, itu benar-benar langsung dipretelin semua. Eksekusinya, targetnya.
Yang tadinya kami sudah set goal tertentu, Coach Fahmi bilang, ‘Ini terlalu kecil.
Coba segini.’”Perubahan tersebut ternyata tidak berhenti pada angka target.
Target yang lebih besar membuat peserta dan tim mulai berpikir, "Wah, bisa ya kayak gini?
"Mereka kemudian merasa tertantang untuk menghasilkan target yang sebelumnya terasa menakutkan dan memikirkan apa saja yang harus dilakukan untuk mencapainya.Seperti yang ia sampaikan:
“Merasa dipaksa untuk menelurkan target-target yang bikin takut, yang memaksa untuk kita mengeksekusi apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai target.”
Dan justru rasa tertantang itulah yang membuat tim terpacu.
Target Besar Memaksa Organisasi Menjadi Lebih Besar
Inilah salah satu fungsi target dalam kepemimpinan.
Target bukan hanya alat ukur.
Target juga merupakan alat untuk mengembangkan kapasitas organisasi.Ketika target berubah, cara berpikir harus berubah.
Ketika cara berpikir berubah, strategi harus berubah.Ketika strategi berubah, execution harus diperkuat.
Dan ketika execution semakin disiplin, kapasitas tim pun ikut berkembang.
Jadi, terkadang masalah organisasi bukan karena tim tidak mampu mencapai target.
Bisa jadi organisasi belum pernah memberikan target yang cukup besar untuk memaksa kemampuan mereka berkembang.
Leader Harus Menantang Tanpa Kehilangan Arah
Tentu saja, leader tidak boleh sekadar memberikan target besar lalu meninggalkan tim sendirian.
Target yang menantang harus disertai arahan, prioritas, supervisi, dan dukungan eksekusi.
Leader perlu memastikan tim memahami apa yang ingin dicapai, aktivitas apa yang paling berdampak, siapa melakukan apa, serta bagaimana kemajuan akan dievaluasi.
Di sinilah Result-Based Leadership bekerja.Leader tidak hanya mengatakan, “Kita harus mencapai angka ini.”
Tetapi membantu tim menjawab, “Apa yang harus kita lakukan agar angka tersebut benar-benar menjadi kenyataan?”
Saatnya Menguji Batas Kapasitas Organisasi
Pertumbuhan sering kali dimulai ketika organisasi berani mempertanyakan batas yang selama ini dianggap normal.
Mungkin target Anda memang sudah tercapai.
Tetapi apakah itu berarti kapasitas organisasi sudah maksimal?
Atau justru target tersebut terlalu kecil dibandingkan potensi yang sebenarnya dimiliki?
Melalui 4 Days Grounded Execution & Supervisory Intensive Training (GESIT), para leader diajak untuk memperkuat kemampuan dalam menetapkan target, membangun execution yang disiplin, menentukan aktivitas berdampak tinggi, serta melakukan supervisi yang menjaga tim tetap bergerak menuju hasil.
Karena pemimpin bukan hanya bertugas membuat tim mencapai target.
Pemimpin juga bertugas membantu tim menemukan bahwa mereka mungkin mampu mencapai lebih dari yang selama ini mereka bayangkan.
Target yang besar bukan untuk menakut-nakuti tim. Target yang besar adalah cara untuk menguji dan memperbesar kapasitas tim.Result-Based Leadership.
Building High Performing Team. Transform Your Leadership. Deliver Extraordinary Results.




