
Salah satu bekal yang dilatih di GSP YP adalah kesiapan menghadapi peluang yang melampaui batas negara.
Banyak orang tua merasa tenang karena nilai sekolah anaknya selalu baik dan prestasinya tidak pernah mengecewakan. Namun kesiapan akademik semacam itu tidak selalu berbanding lurus dengan kesiapan menghadapi dunia yang bergerak melampaui batas negara, tempat peluang maupun persaingan tidak lagi mengenal dari wilayah mana seseorang berasal.
Pertanyaannya, sudahkah anak-anak kita dilatih untuk itu, atau mereka baru akan belajar menghadapinya ketika sudah benar-benar berada di tengah persaingan tersebut, tanpa persiapan apa pun sebelumnya.
Salah satu fokus pembahasan yang diangkat dalam Grounded Special Program for Young People (GSP YP) adalah Challenge Global Opportunity, kemampuan menghadapi peluang yang melampaui batas negara. Fokus ini dilatih lebih konkret di hari ketiga lewat materi Global Readiness and Communication Skills.
Istilah ini mungkin terdengar seperti jargon pelatihan korporat. Padahal yang dilatih sebenarnya sederhana, yaitu kemampuan anak muda untuk tetap percaya diri, berkomunikasi dengan jelas, dan mengambil keputusan ketika berhadapan dengan orang, budaya, atau peluang yang belum familiar baginya.
Wawasan Global, Salah Satu dari Lima Capaian Program
GSP YP merangkum lima capaian yang ingin dituju: memiliki tujuan hidup yang jelas, memiliki keterampilan masa depan, menumbuhkan karakter yang kuat, mengasah kemandirian dan kontribusi, serta memperoleh wawasan global. Capaian terakhir inilah yang paling dekat dengan gagasan kesiapan global, yakni kemampuan anak muda membaca peluang dan tantangan yang tidak lagi terbatas pada lingkungan terdekatnya.
Lima capaian ini tidak berdiri sendiri-sendiri. Tujuan hidup yang jelas menjadi dasar sebelum anak bisa memilih keterampilan apa yang perlu diasah. Karakter yang kuat dan kemandirian menjadi modal untuk menghadapi situasi yang tidak selalu nyaman, termasuk ketika harus beradaptasi dengan lingkungan atau budaya baru. Wawasan global kemudian menjadi penutup dari rangkaian ini, mengarahkan seluruh bekal tadi ke konteks yang lebih luas daripada ruang kelas atau kota tempat anak dibesarkan.
Peluang Semakin Sering Melintasi Batas Negara
Pendidikan, karier, maupun usaha hari ini semakin jarang dibatasi oleh wilayah geografis tempat seorang anak dibesarkan. Anak yang hanya terbiasa berkomunikasi di lingkungan yang seragam akan kesulitan ketika tiba-tiba harus beradaptasi dengan lingkungan yang jauh lebih beragam. Kebiasaan ini juga tidak selalu dilatih secara eksplisit lewat kurikulum sekolah pada umumnya. Di sinilah kesiapan global menjadi bekal yang semestinya dilatih sejak dini, bukan ditunggu sampai anak benar-benar menghadapinya sendiri tanpa persiapan.
Fondasinya Dibangun Sejak Hari Pertama
Pelatihan tiga hari di GSP YP disusun berjenjang, sejalan dengan tajuk hari pertama, Kenali Potensi, Rancang Masa Depan. Peserta diajak menjalani Self-Discovery and Personal Development, konsep Ikigai tentang passion, potential, dan purpose, kekuatan mimpi serta BHAGs, hingga penyusunan peta masa depan lewat Life Roadmap and Future Opportunities. Hasil yang diharapkan dari hari ini, sesuai rancangan programnya, adalah anak memiliki arah hidup dan rencana masa depan yang lebih jelas.
Hari kedua mengusung tajuk Asah Pola Pikir, Komunikasi, dan Kepemimpinan, melatih pola pikir serta keterampilan komunikasi lewat 4E Principles, Brain Agility, Critical Thinking, Problem Solving, Strategic Learning and Adaptability, Public Speaking, serta Leadership and Collaboration. Hasil yang diharapkan, anak lebih percaya diri dan siap menghadapi perubahan maupun peluang global.
Hari Ketiga, Saat Kesiapan Global Dilatih Secara Langsung
Hari terakhir bertajuk Menyiapkan Pilihan Karier, Kewirausahaan, dan Kehidupan Mandiri. Peserta berlatih Total Person and Total Life, 8 Habits and Time Management, Resilience and Entrepreneurial Mindset, Global Readiness and Communication Skills, serta Entrepreneurship and Business Opportunities. Di titik inilah kesiapan global benar-benar dipraktikkan, bukan hanya dibahas sebagai konsep di atas kertas. Hasil yang diharapkan adalah anak memiliki rencana aksi untuk mengembangkan kemandirian dan mulai mengenali peluang karier maupun usaha.
"Kenali potensi dirimu, temukan tujuan hidupmu, asah kemampuanmu, bangun keberanianmu, karena masa depan harus diciptakan, bukan sekadar ditunggu."
Dipandu Praktisi di Bidangnya Masing-Masing
Program ini dipimpin oleh Coach Dr. Fahmi bersama sejumlah praktisi di bidangnya. Materi kesiapan karier global dibawakan langsung oleh Muhammad Harits S, S.T., M.S, yang tampil secara live dari Amazon, London, sehingga peserta mendengar langsung bagaimana persaingan karier global berlangsung dari seseorang yang sedang berada di dalamnya. Pembentukan karakter dan ketahanan mental dipandu oleh Dr. Asriana Kibtiyah, pertumbuhan pribadi dan pembelajaran strategis oleh Henny Nurhandayani, S.Si., M.M, serta keberanian dan kewirausahaan oleh dr. Ralitsa Ratna Qualita, F.E.
Lebih dari 3.400 Anak dan Remaja
Sejak pertama kali digelar, GSP YP telah diikuti lebih dari 3.400 anak dan remaja usia 8 hingga 22 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang latihan semacam ini nyata dan terus berlanjut hingga angkatan ke-34 yang akan datang, bukan sekadar program yang berhenti setelah satu dua kali penyelenggaraan.
Penutup
Kesiapan global bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul begitu anak beranjak dewasa. Ia dibentuk lewat latihan yang berjenjang, konsisten, dan dimulai lebih awal daripada yang biasa dibayangkan orang tua. Program seperti GSP YP menghadirkan ruang latihan itu secara terstruktur, alih-alih membiarkannya bergantung pada pengalaman yang datang secara kebetulan.













