
Lima hari menempa karakter, lahir komitmen untuk pulang dan berjuang
Ruang di Gedung Scale Up Centre, Malang, terasa berbeda pada Sabtu sore itu. Namun, suasana tegang di hari pertama, saat para peserta baru saling mengenal, kini berganti haru. Kemudian, satu demi satu kisah dibagikan. Setelah lima hari penuh, Grounded Business Coaching 75 (GBC 75) resmi ditutup pada Selasa–Sabtu, 6–10 Oktober 2026. Momen ini menandai babak baru bagi puluhan business leader yang hadir dari berbagai penjuru Indonesia. Dipandu langsung oleh Coach Dr. Fahmi, sesi penutupan bukan sekadar seremoni. Dengan demikian, setiap peserta diajak menegaskan kembali alasan mereka memilih jalan memimpin.
Lima Hari yang Menempa Jiwa Kepemimpinan
Sejak dibuka pada 6 Oktober 2026, angkatan ini mengajak peserta menyelami modul-modul inti Grounded Business Coaching. Materinya membentang dari pemahaman bisnis secara menyeluruh, penguatan karakter, hingga eksekusi strategi di lapangan. Pendekatannya bukan sekadar teori di atas kertas. Selain itu, setiap konsep langsung diuji lewat studi kasus nyata.
Beberapa materi yang didalami selama lima hari antara lain:
• Audit Market dan Competitive Analysis untuk memetakan posisi bisnis secara objektif
• Grit Mentality dan Growth Mindset sebagai fondasi karakter pemenang
• Objective Key Result dan Business Agility dalam eksekusi kerja harian
• Good Corporate Governance dan Human Resources Champion untuk membangun tim yang kokoh
• Great Leader Pillars sebagai kerangka kepemimpinan yang aplikatif
Rangkaian materi ini dirancang agar peserta tidak hanya pulang dengan catatan. Justru, mereka pulang membawa peta jalan yang siap dieksekusi di bisnis masing-masing.
Pesan Penutup: Kepemimpinan adalah Pilihan
Pada sesi penutupan, Coach Dr. Fahmi menyampaikan orasi bertajuk “Menjadi Pemimpin Adalah Pilihan”. Ia mengajak seluruh peserta menengok perjuangan Cut Nyak Dien, Thariq bin Ziyad, dan Pangeran Diponegoro. Bukan untuk sekadar bernostalgia, melainkan untuk menyalakan keberanian yang sama di masa kini. “Hari ini kita akan menjadi Cut Nyak Dien, akan menjadi Diponegoro, akan menjadi Thariq bin Ziyad, dan kita akan berjuang untuk mengisi sejarah hidup kita yang layak dikenang oleh orang-orang yang kita cintai,” ujar Coach Dr. Fahmi di hadapan peserta.
“Menjadi pemimpin adalah pilihan: pilihan untuk tidak tinggal diam, pilihan untuk berjuang meraih cita-cita.” — Coach Dr. Fahmi,
Pesan tersebut menegaskan satu hal. Kepemimpinan bukan status yang jatuh begitu saja. Kepemimpinan adalah keputusan yang diambil berulang kali, bahkan ketika keadaan tidak mudah.
Suara dari Angkatan GBC 75
Momen penutupan turut dihadiri dan diwarnai refleksi dari sejumlah peserta serta alumni. Di antaranya Hendra Eka Putra, Syafii Efendi, Dr. Suyanto, Dr. Surya Kresnanda, Dedi Priadi, Maulana, Suryadin Laoddang, Erfin Hadi W., Candra P., Khoirul Imam, Imam Fauzi, Ahadi, dan Mofa. Kehadiran mereka memperkuat satu benang merah yang selalu muncul di setiap angkatan. Grounded Business Coaching bukan hanya ruang belajar, tetapi juga ruang membangun jejaring sesama pemimpin bisnis yang saling menguatkan.
Keberagaman latar belakang peserta turut menjadi kekuatan tersendiri, mulai dari pemilik usaha rintisan hingga pelaku bisnis yang telah mapan. Setiap sesi diskusi diperkaya sudut pandang yang berbeda, namun bermuara pada tujuan yang sama: bisnis yang kokoh, tumbuh, dan berkelanjutan.
Pulang untuk Berjuang, Bukan untuk Berhenti
Salah satu pesan yang paling membekas dari sesi penutupan adalah ajakan untuk tetap terhubung setelah workshop usai. “Orang hanya akan punya nasib seperti orang yang sering ia terhubung,” demikian disampaikan dalam closing speech tersebut. Pesan ini mengingatkan bahwa jejaring yang terbentuk selama lima hari tidak boleh berhenti begitu saja. Terlebih saat peserta kembali ke kota masing-masing.
Beberapa komitmen ditegaskan di penghujung acara:
• Menjaga koneksi antarpeserta sebagai sesama pemimpin bisnis
• Menerapkan kembali hasil Audit Market dan Objective Key Result di perusahaan masing-masing
• Membagikan pembelajaran kepada tim agar transformasi tidak berhenti di level individu
• Terus bertumbuh bersama komunitas alumni Grounded Business Coaching
“Pekerjaan belum selesai. Kita akan kembali, dan kita akan membuat hidup banyak orang berubah, kita akan membuat hidup kita berubah,” menjadi kalimat penutup yang menggemakan semangat tersebut.
Melanjutkan Perjalanan Bersama Grounded Business Coaching
Penutupan angkatan ini bukan garis akhir, melainkan gerbang menuju tahap berikutnya. Bagi alumni yang ingin memperdalam kapasitas memimpin, Coach Dr. Fahmi membuka jalan lewat Grounded Leadership Coaching (GLC). Program lanjutan ini berfokus pada Great Leader Pillars dan pengembangan 3Xer's & 10Xer's Leader. Sementara itu, bagi business leader yang belum berkesempatan bergabung, pendaftaran untuk angkatan GBC berikutnya tetap dibuka. Workshop ini terbuka bagi business owner, CEO, manager, hingga supervisor yang tengah bersiap naik jenjang.
Penutup
Lima hari di Scale Up Centre Malang telah usai. Namun jejak yang ditinggalkan angkatan ke-75 justru baru akan terlihat dalam bulan-bulan ke depan, saat setiap peserta kembali ke bisnis dan komunitasnya masing-masing. Kepemimpinan, sebagaimana ditegaskan dalam penutupan ini, memang selalu dimulai dari satu pilihan sederhana. Memilih untuk berjuang.
Perjalanan Grounded Business Coaching tidak berhenti di angkatan 75. Nantikan kabar dari angkatan-angkatan berikutnya, sembari para pemimpin dari GBC 75 mulai menuliskan babak baru di bisnis mereka masing-masing.
#GroundedBusinessCoaching #GBC75 #CoachDrFahmi #KepemimpinanAdalahPilihan #ScaleUpCentre #BusinessCoachingIndonesia













