20 Agustus 2026 11:05 am

6 Strategi Pertumbuhan Sukma Rasa: Peta Jalan Ekspansi

Menutup seri dengan peta jalan pertumbuhan Sukma Rasa, dari menjaga pelanggan setia hingga merebut hati pasar yang paling sulit dijangkau

Artikel sebelumnya membahas bagaimana Sukma Rasa bertahan dari tekanan kompetitor. Namun, bertahan saja tidak cukup bagi sebuah merek yang ingin terus berkembang. Strategi pertumbuhan Sukma Rasa hadir untuk menjawab kebutuhan ini. Enam strategi ini memetakan langkah Sukma Rasa dari mempertahankan pelanggan setia, hingga menjangkau pasar yang paling sulit ditembus.Sebagai artikel penutup seri, pembahasan ini juga akan menghubungkan kembali seluruh materi dari sebelas artikel sebelumnya. Selain itu, pembahasan turut dibandingkan dengan Ansoff Growth Matrix, kerangka pertumbuhan bisnis klasik yang telah digunakan sejak 1957.

Enam Tingkatan Strategi Pertumbuhan Sukma Rasa

Buku panduan strategi Sukma Rasa menyusun strategi pertumbuhan ke dalam enam tingkatan yang berjenjang.

Tingkat pertama adalah JAGA, yang berfokus pada pelanggan yang sudah ada. Contohnya adalah program loyalitas "Sahabat Sukma Rasa" yang telah dibahas pada artikel kedua.

Tingkat kedua adalah CEGAT, yang menyasar calon pelanggan yang hampir menjadi pelanggan tetap. Salah satu taktiknya adalah "Paket Kenal Sukma Rasa," yaitu kumpulan menu ikonik dalam satu paket perkenalan.

Tingkat ketiga adalah PIKAT, yang berupaya menggeser pasar yang sebelumnya tidak mencari kuliner Sasak. Strategi ini menghadirkan "Sasak Culinary Experience" agar kuliner lokal terasa layak dinikmati siapa saja.

Tingkat keempat adalah GARAP, yang menggarap pasar wisatawan dan segmen MICE yang belum tersentuh. Contohnya adalah kemitraan dengan travel agent dan paket khusus untuk acara perusahaan berskala besar.

Tingkat kelima adalah USUT, yang menjangkau audiens yang bahkan belum menyadari keberadaan kuliner Sasak. Taktiknya meliputi konten digital bertajuk "Discover Sasak Food" dan uji pasar di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Tingkat keenam adalah REBUT, yang berupaya meyakinkan kelompok yang selama ini menghindari kuliner Sasak karena persepsi terlalu pedas. Strategi ini menghadirkan "Sasak Tasting Experience" agar mereka dapat mencoba tanpa harus berkomitmen pada satu menu penuh.

Ansoff Growth Matrix: Risiko yang Meningkat Seiring Jarak dari Pasar

Struktur berjenjang dalam strategi pertumbuhan Sukma Rasa ini sejalan dengan logika Ansoff Growth Matrix, kerangka yang dikembangkan Igor Ansoff pada 1957. Ansoff memetakan pertumbuhan bisnis ke dalam empat kuadran, yaitu penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk, dan diversifikasi. Semakin jauh sebuah strategi bergerak dari pasar dan produk yang sudah dikenal, semakin besar pula risiko yang harus ditanggung.

Prinsip yang sama berlaku pada keenam tingkat strategi pertumbuhan Sukma Rasa. JAGA dan CEGAT beroperasi di wilayah yang paling familiar, yaitu pelanggan yang sudah mengenal merek ini. Sebaliknya, USUT dan REBUT bergerak ke wilayah yang jauh lebih asing, yaitu audiens yang belum mengenal atau bahkan menghindari kuliner Sasak.
"Portofolio pertumbuhan yang sehat dibangun dari fondasi yang aman, sebelum melangkah ke wilayah yang lebih menantang."

Dari JAGA Menuju REBUT: Portofolio Pertumbuhan yang Sehat

Riset mengenai penerapan Ansoff Growth Matrix menunjukkan bahwa portofolio pertumbuhan yang sehat biasanya memiliki fondasi kuat di strategi berisiko rendah. Sementara itu, hanya sebagian kecil sumber daya yang dialokasikan pada strategi berisiko tinggi. Prinsip ini tampaknya turut dipegang Sukma Rasa, karena JAGA dan CEGAT tetap menjadi fondasi yang menghasilkan pendapatan stabil, sementara USUT dan REBUT diperlakukan sebagai eksperimen bertahap menuju pasar baru.

Dengan demikian, keenam tingkat ini bukan enam strategi yang berdiri sendiri-sendiri, melainkan satu portofolio pertumbuhan yang saling menyeimbangkan risiko dan potensi.

Seri dua belas artikel ini dimulai dari sejarah Asmuni sebagai purna PMI yang membangun warung sederhana di Labuapi. Perjalanan itu kini bermuara pada strategi pertumbuhan yang membawa Sukma Rasa menuju BHAG-nya, yaitu menjadi ikon warisan kuliner Lombok yang diakui secara nasional dan internasional.

Sepanjang seri ini, pendampingan Coach Dr. Fahmi selaku corporate coach turut membantu merumuskan kearifan bisnis yang tadinya berjalan alami menjadi kerangka kerja yang terstruktur dan dapat direplikasi di setiap cabang.Dari relationship, exposure, dan business impact, hingga competitive strategy dan growth strategy, setiap elemen dalam seri ini saling terhubung membentuk satu arsitektur merek yang utuh.

Ringkasan Poin-Poin Penting

  • Strategi pertumbuhan Sukma Rasa terdiri dari enam tingkat, yaitu JAGA, CEGAT, PIKAT, GARAP, USUT, dan REBUT.
  • Struktur ini sejalan dengan Ansoff Growth Matrix (1957), yang menegaskan bahwa risiko meningkat seiring jarak dari pasar yang sudah dikenal.
  • Portofolio pertumbuhan yang sehat menempatkan fondasi kuat pada strategi berisiko rendah, seperti JAGA dan CEGAT.
  • Strategi berisiko tinggi, seperti USUT dan REBUT, diperlakukan sebagai eksperimen bertahap menuju pasar baru.
  • Seluruh seri dua belas artikel ini membentuk satu arsitektur merek yang bermuara pada visi besar Sukma Rasa sebagai ikon kuliner Lombok.

Kesimpulan

Strategi pertumbuhan Sukma Rasa menutup seri ini dengan menunjukkan bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan tidak pernah terjadi secara tergesa-gesa. Sebaliknya, pertumbuhan itu dibangun bertahap, dari menjaga yang sudah dimiliki hingga berani merebut yang paling sulit dijangkau. Dari sejarah seorang purna PMI hingga strategi pertumbuhan yang terstruktur, perjalanan Sukma Rasa membuktikan bahwa merek yang kuat lahir dari keseimbangan antara akar yang dijaga dan keberanian untuk terus bertumbuh.
Blog Post Lainnya
5 Strategi Berdaya Saing Sukma Rasa ala Kerangka PorterBagaimana Sukma Rasa mengadaptasi kerangka lima kekuatan bersaing Michael Porter untuk menjaga posisinya di industri kuliner Lombok. Janji merek yang telah dibahas pada artikel sebelumnya hanya akan bertahan lama jika Sukma Rasa juga mampu mempertahankan posisinya di tengah persaingan. Oleh karena itu, di sinilah strategi bersaing Sukma Rasa berperan. Lima strategi ini dirancang untuk menjawab lima ancaman berbeda yang dapat mengikis keunggulan sebuah bisnis dari waktu ke waktu.Artikel kesebelas ini mengupas strategi bersaing Sukma Rasa satu per satu. Selain itu, pembahasan juga dibandingkan dengan kerangka Five Forces yang dikembangkan Michael Porter sejak 1979, salah satu teori strategi bisnis paling berpengaruh sepanjang sejarah. Lima Kekuatan Porter sebagai Kerangka Dasar Strategi Bersaing Sukma Rasa. Michael Porter memperkenalkan kerangka Five Forces melalui artikel klasiknya di Harvard Business Review. Sejalan dengan itu, kerangka ini mengidentifikasi lima kekuatan yang
Simple Marketing Promise Sukma Rasa: Janji yang JelasBagaimana Sukma Rasa merangkum seluruh strategi mereknya menjadi tiga kalimat sederhana yang mudah dipahami siapa saja. Formula sukses yang telah dibahas pada artikel sebelumnya menunjukkan betapa kompleksnya strategi di balik Sukma Rasa. Namun, kompleksitas itu perlu diringkas menjadi sesuatu yang mudah dipahami pelanggan dalam hitungan detik. Di sinilah simple marketing promise Sukma Rasa berperan. Konsep ini merangkum tiga hal sekaligus, yaitu untuk siapa Sukma Rasa hadir, apa yang ingin dicapainya, dan manfaat apa yang bisa didapat pelanggan.Artikel kesepuluh ini mengupas struktur janji tersebut. Selain itu, pembahasan juga dihubungkan dengan kerangka StoryBrand, yang telah membantu ribuan bisnis di dunia memperjelas pesan mereka. Tiga Kalimat di Balik Simple Marketing Promise Sukma Rasa. Buku panduan strategi Sukma Rasa merumuskan janji pemasarannya ke dalam tiga kalimat berikut. Pertama, "My product is for people who believe." Kalimat ini menegaskan bahwa Sukma Rasa hadir bagi
Formula Sukses 5/3/1 Sukma Rasa: Rumus Konsistensi RasaBagaimana Sukma Rasa merumuskan kesederhanaan menjadi formula yang menjaga kualitas tetap terjaga di seluruh cabangnya. Lima alasan pelanggan membeli yang dibahas pada artikel sebelumnya hanya akan bertahan jika kualitas tetap konsisten dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, formula sukses 5/3/1 Sukma Rasa hadir sebagai jawaban atas tantangan ini. Rumus sederhana ini merangkum nilai inti, keunggulan utama, dan posisi unik Sukma Rasa dalam satu kerangka yang mudah diingat.Artikel kesembilan ini mengupas bagaimana formula tersebut disusun. Selain itu, pembahasan juga dikaitkan dengan prinsip standardisasi operasional yang lazim digunakan bisnis kuliner multi-cabang di seluruh dunia. Membedah Formula Sukses 5/3/1. Formula sukses 5/3/1 Sukma Rasa terdiri dari tiga lapis yang saling menguatkan.Lapis pertama adalah 5 Nilai Inti. Kelimanya adalah tanpa ragu rasa karena kualitas selalu terjaga, tanpa menunggu lama karena proses cepat dan teratur, tanpa bingung karena varian menu mudah
Alamat
0813 5888 1957 | 0856 4673 2123
eventgroundedgroup@gmail.com
Gedung Scale Up Centre: Jl. Bendungan Sigura-gura No. 42-44, Malang
Supported by:
-
-
-
Social Media
@2026 Grounded Event Inc.